Bercengkerama di Komunitas FlexiLand

Photo Galery

  • After Air Softgun
  • January 2009
    MSSRKJS
        123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Categories

  • Archives


    Content Tag

    Testimonials

    • Helloowww....met ciank, tkz dah di approve n lam knal.......^_^

    Blog Roll

    Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 3105 kali

    Seize the Day

    Pertama kali saya mengenal kata ini dari "Dead Poets Society", sebuah film fiksi (dirilis Juni 1989) yang ditulis oleh Thomas Schulman tentang dunia pendidikan di Akademi Welton, Vermont. Film yang disutradarai oleh Peter Weir dan dibintangi oleh Robin Williams - Robert Sean Leonard - Ethan Hawke ini menghabiskan dana $ 16,4 juta. Akan tetapi semua itu tidak sia-sia karena film ini berhasil memenangkan Piala Oscar untuk kategori 'Writing Original Screenplay' dan 'BAFTA Award' sebagai Film Terbaik, serta dinominasikannya Robin Williams sebagai Aktor Terbaik, Peter Weir sebagai Sutradara Terbaik, dan nominasi 'Best Picture'. Sobat baraya juga bisa menemukan versi novelnya yang ditulis oleh Nancy H. Kleinbaum.

    Saya menulis ini bukan tanpa sebab, yaitu bersamaan dengan lantunan "Seize the Day" oleh Avenged Sevenfold pada kedua telinga saya. Band aliran 'hard rock' asal Amerika ini terbentuk di Pantai Huntington, California. Mereka terkenal setelah mengeluarkan album "City of Evil" yang memuat lagu tersebut pada 2005.

    "Seize the Day" ditransliterasi dari bahasa Latin, yaitu "Carpe Diem" yang terdapat pada puisi klasik 'Odes' karya Horace. Dum loquimur, fugerit invida aetas: carpe diem quam minimum credula postero. Terjemahan bebasnya adalah: 'Saat kita berbicara, waktu telah melarikan diri: 'seize the day', sebagai bekal di masa yang akan datang.' Dalam puisi itu, definisi umum 'carpe' adalah seperti memetik bunga atau apel, walaupun Horace juga menggunakan kata-kata seperti nikmatilah, manfaatkanlah, 'seize' atau raihlah/peganglah. Ada satu interpretasi bahwa 'carpe diem' berarti 'makan, minum, dan bergembiralah sebelum kita mati' yang penekanannya lebih kepada kesempatan yang tidak didapat dua kali padahal hidup ini begitu singkat. Kata ini juga memiliki kaitan dengan kata latin lainnya, yaitu 'memento mori'.

    Pada film "Dead Poets Society", John Keating, seorang guru bahasa Inggris yang diperankan oleh Robin Williams, mengatakan, "Carpe diem! Seize the day, Boys! Make your lives extraordinary!" Perlu diketahui bahwa Akademi Welton adalah sekolah yang prestisius dan eksklusif sehingga semua orang tua merasa bangga kalau anak-anaknya bisa sekolah di sana. Tak heran kalau Akademi Welton memiliki empat aturan yang harus dipegang oleh setiap siswanya, yaitu Tradisi, Kehormatan, Disiplin, dan Kesempurnaan. Dengan empat aturan itulah, semua aktivitas siswa hanya berputar pada masalah belajar-belajar-belajar sehingga terlihat berkesan formal dengan program ekstrakurikuler yang juga terlihat kaku.

    John Keating kemudian mengubah paradigma kaku itu dengan metode belajar yang 'nyeleneh'. Dia mengijinkan para murid untuk memanggilnya dengan "O Captain! My Captain!" Dia juga yang menyuruh para murid untuk berdiri di atas meja dengan tujuan mengajarkan mereka melihat dunia dengan cara yang berbeda. "The universe is wider than our views of it," ujar John Keating mengutip puisi Walden. Kendati film ini berakhir dengan tragedi karena kematian salah seorang murid yang bunuh diri, kemudian berimbas dikeluarkannya John Keating dari sekolah, namun ia telah berhasil membuka pikiran para muridnya. Saat ia keluar dari kelas, semua muridnya (kecuali Cameron) pun memberikan penghormatan terakhir dengan berdiri di atas meja dan berteriak, "O Captain! My Captain!"

    Kembali lagi ke "Seize the Day"-nya Avenged Sevenfold, lirik dan video klipnya menceritakan tentang seorang laki-laki (diperankan oleh Matt Sanders, vokalis Avenged Sevenfold) yang sangat mencintai pacarnya yang sedang hamil. Suatu saat, teman-temannya mengajak untuk merampok. Kendati pacarnya sudah menghalangi, dia nekat dan malah tertangkap. Pacarnya pun tahu melalui berita di TV, dan mengunjunginya hingga mereka terlibat pertengkaran. Saat pulang, pacarnya terlihat stres lalu mengalami kecelakaan dan tewas. Laki-laki yang dipenjara itu pun menyesali setelah mendengar pacarnya telah tiada dan mengingat kenangan indah mereka sebelumnya. Pada akhir video klip, laki-laki itu berdiri di samping makam pacarnya dengan seorang anak laki-laki yang ternyata adalah anak mereka berdua yang selamat dari kecelakaan.

    Video klip yang dibuat tersebut memang ada kemiripan dengan video klip "November Rain"-nya Guns N' Roses, apalagi pas adegan permainan lead guitar di atas peti mati yang mirip banget dengan adegan Slash bergitar di depan gereja. Matt Sanders pun mengakuinya dengan mengatakan, "It has a story and Guns N' Roses did those videos the best. It wasn't about looking cool and being flashy, it was about being real and showing the scenario and being true to the video." Berkenaan dengan video klip tersebut, ia mengatakan juga, "It's about taking the people you love and holding them close. You make some mistakes in life and that can all be taken away from you in two minutes, so you have to think twice about your actions. It's about seizing the day and keeping those you love close and not messing up." Jarang-jarang grup band yang semua personilnya bertato pada seluruh tubuhnya ini mengatakan sesuatu yang bijak ^_^. Akan tetapi, ambillah hikmahnya dari hal yang baik-baik (ucapan, tingkah laku, de el el) kendati berasal dari sesuatu yang buruk.

    Seize the day or die regretting the time you lost
    It's empty and cold without you here,
    too many people to ache over

    Trials in life, questions of us existing here,
    don't wanna die alone without you here
    Please tell me what we have is real

    Silence you lost me, no chance for one more day
    I stand here alone
    Falling away from you, no chance to get back home


    Well, that's it! Saya tidak ingin menggurui karena kenyataanya hal ini malah seperti mengingatkan saya sendiri tentang bagaimana saya menjalani kehidupan yang begitu singkat [perasaan baru kemarin saya memakai seragam sekolah, tetapi sekarang sudah mempunyai keluarga dengan dua anak], "Hei! Apa yang sudah kamu lakukan dalam hidup ini?"

    Nah, bagaimana dengan sobat-sobat baraya? Sudahkah sobat baraya melakukan sesuatu dengan benar dan baik sebelum semuanya menjadi terlambat?[]

    Hibernasi dan Penyakit M

    Bisa jadi saat ini saya sedang dalam masa hibernasi, tetapi bisa juga saya mengalami gejala penyakit M atau yang biasa disebut penyakit malas. Sobat baraya bisa menghitung senditi berapa hari saya tidak menulis blog sejak posting-an terakhir. Menurut Kamus Encarta 2006, Hibernation adalah masa pengurangan aktivitas yang biasanya terjadi pada hewan saat musim dingin. Mereka lebih banyak bergelung pada sarang-sarang yang hangat, menghemat energi yang tersimpan dalam bentuk lemak yang sudah dipersiapkan menjelang musim dingin. Dengan cara seperti ini, mereka pun berhasil melewati musim dingin dengan baik. Hibernasi sudah pasti berkonotasi positif, tetapi tidak dengan penyakit malas. Menurut KBBI, malas adalah tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu, segan, tidak suka, tidak bernafsu.

    Siapa pun bisa terkena penyakit M. Dari pelajar, mahasiswa, hingga karyawan, ibu rumah tangga, bahkan pengangguran sekalipun. Malas dalam psikologi sudah dimasukkan sebagai salah satu bentuk perilaku. Menunda pekerjaan atau menyelesaikan tugas tapi tidak sesuai waktu yang sudah ditetapkan saja sudah bisa disebut perilaku malas. Muara perilaku ini sudah tentu penurunan produktivitas yang bersangkutan. Kabar baiknya, perilaku ini bukanlah kartu mati yang tidak bisa diubah.

    Seseorang bisa berperilaku malas terhadap suatu pekerjaan atau kegiatan karena dia tidak memiliki motivasi untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan itu. Dalam psikologi, seseorang berperilaku tertentu karena adanya energi yang mendorongnya untuk berperilaku. Energi inilah yang disebut motivasi, yakni hal yang mendorong seseorang bertingkah laku mencapai suatu tujuan.

    Motivasi dipengaruhi oleh suatu sikap yang terdapat dalam diri orang itu. Sikap yang bisa positif atau negatif itu timbul lantaran adanya persepsi atau pemberian makna terhadap suatu objek atau peristiwa. Persepsi atau pemberian makna tersebut ditentukan oleh suatu sistem nilai, yakni suatu patokan untuk berperilaku yang berlaku pada suatu lingkungan tertentu. Sistem nilai yang tertanam dalam diri seseorang ini dipengaruhi oleh budaya, masyarakat, dan orang tua.

    Salah satu etnis di Indonesia terkenal rajin dan serius dalam bekerja. Perilaku ini muncul lantaran mereka memiliki suatu sistem nilai bahwa kalau ingin hidup layak, mereka harus bekerja keras. Sistem nilai itu telah ditanamkan oleh orang tua sejak kecil dalam perilaku sehari-hari, baik dalam memarahi, memberi nasihat, atau memberi suatu contoh. Lingkungan budaya etnis ini juga memberikan teladan. Mereka yang hidup layak ya karena mereka bekerja keras. Sebaliknya, yang hidupnya berkekurangan lantaran tidak mau bekerja keras.

    Pada budaya kantor, karyawan yang “menganut” nilai RMS (rajin malas sama saja) bakal menjadi malas melakukan tugasnya. Akan tetapi berbanding terbalik ketika ia bekerja pada kantor yang nilai profesionalismenya dijunjung tinggi. Prinsip ‘Jika kamu bekerja baik, imbalannya akan baik. Jika kamu tidak bekerja baik atau prestasi rendah, imbalannya juga rendah, kalau perlu di-PHK’ tentu akan memberikan motivasi positif dalam pekerjaannya.

    Kalau seseorang malas terhadap suatu pekerjaan, artinya motivasi dia terhadap pekerjaan tersebut sangat rendah. Sikapnya terhadap pekerjaan itu negatif akibat persepsi yang diberikannya terhadap pekerjaan itu kurang baik. Ini lantaran sistem nilai yang ada dalam dirinya membuat dia berperilaku malas untuk melakukan pekerjaan itu. Sementara terhadap pekerjaan lainnya mungkin tidak begitu. Jadi, perilaku malas merupakan hasil suatu bentukan. Artinya, perilaku itu bisa dibentuk kembali menjadi baik atau tidak malas.

    Pembentukan kembali perilaku seseorang tadi sebetulnya sangat besar dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya, bisa orang tua, teman, atau orang lain di sekitarnya. Lingkungan yang bisa memberi pengaruh lebih kuatlah yang bisa membentuk seseorang. Dalam mengubah perilaku seseorang, yang paling mendasar adalah mengubah persepsinya. Untuk itu, perlu mempelajari dan mengambil sistem nilainya yang bisa mengubah persepsinya atau memberikan sistem nilai lain yang baru baginya.

    Perilaku manusia pada dasarnya memang dapat diubah. Namun, ada hal yang tidak dapat diubah, yakni perilaku-perilaku yang erat kaitannya dengan fisik. Misalnya, seseorang yang berkaki panjang sebelah tidak bisa disuruh berperilaku jalan normal atau seseorang yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi disuruh untuk tidak marah atau waswas. Anak yang tingkat kecerdasannya rendah, relatif sulit untuk di-charge (dimotivasi) menjadi rajin. Kalau dia tidak mampu dalam hal pelajaran matematika, sudah tentu energi untuk belajar matematikanya juga kurang. Ujung-ujungnya, perilaku yang ditampilkan adalah malas belajar matematika atau bahkan malas sekolah. Ada juga anak yang mampu, tapi orang tua membandingkan kepintarannya dengan kakak atau adiknya. Lama-lama akan terbentuk konsep diri yang negatif. Akhirnya, dia memberikan makna pada matematika sebagai sesuatu yang sulit. Padahal, sebenarnya dia mampu.

    Ada beberapa teori yang bisa digunakan untuk melakukan pembentukan perilaku seseorang, di antaranya dua teori pembiasaan yang dikemukakan oleh Dollard, Miller, dan Bandura yang ketiganya psikolog dari AS. Teori ini kira-kira senada dengan pepatah “Ala bisa karena biasa”. Teori pertama adalah teori belajar yang dikemukakan oleh Dollard & Miller. Bagaimana kita memberikan stimulus (rangsangan) supaya terbentuk suatu respons atau perilaku. Bagaimana stimulus itu menjadi cue (stimulus dalam dirinya yang mengarahkan untuk berbuat), sehingga menimbulkan suatu drive (dorongan) untuk berperilaku. Kalau berhasil, dia akan mendapatkan reward (imbalan).

    Teori lain yang dikemukakan Bandura sering disebut teori panutan. Dalam teori ini ada stimulus dalam bentuk oral atau visual yang diberikan oleh seorang model atau tokoh. Stimulus ini disimpan atau diingat, dan suatu saat akan dilakukan sebagai suatu perilaku. Dari tindakannya dia akan mendapatkan suatu reward. Contohnya, dalam suatu keluarga ada orang tua yang giat bekerja dan selalu menasihati anak untuk mencapai prestasi. Anak, yang melihat orang tuanya bekerja keras (visual) dan sering memberikan nasihat atau cerita (oral) soal perlunya bekerja keras, akan timbul persepsi bahwa sesuatu itu dapat diperoleh dengan kerja keras. Dari sana bakal terbentuk tingkah laku kerja keras dalam diri anak.

    Mudah2an, malas yang menyerang saya kali ini adalah proses hibernasi agar energi yang tersimpan benar-benar efektif setelah proses ini berakhir. Tidak hanya sekadar tidur malas2an atau santai berhari-hari yang (justru) bisa menyedot energi lebih banyak lagi. Semoga saja. Lalu … bagaimana dengan sobat baraya?

    Wallahu’alam.[]

    Hiks! Saya Kecelakaan Pagi Ini

    Entah mimpi apa saya semalam (yeee ....). Yang jelas, semalam saya tidur jam setengah satu karena harus menyelesaikan artikel tentang acara Jumat nanti (mohon doanya agar artikel itu layak tayang di PR pas hari H). 

    Seperti biasa saya pun membaca doa bepergian dengan perlengkapan lengkap bersepeda. Perjalanan lancar2 saja sampai melewat perempatan Buah Batu. Saat akan melewati sebuah jalan komplek di samping showroom mobil pas sebelum Batununggal, saya melihat sebuah mobil putih (saya nggak terlalu memperhatikan detail merek mobil dan nomer platnya) yang akan keluar. Berdasarkan perkiraan kecepatan yang standar2 aja, saya pasti bisa melewati dan mobil itu mau berhenti. Akan tetapi kenyataan berkata lain....

    Tak dinyana mobil itu terus melaju dan berbelok memasuki By-pass. BRAKKK! Otomatis saya pun ditubruk dari samping dan mencelat sampai ke tengah By-pass. Alhamdulillah, manfaat memakai helm dan perlengkapan lain seperti sarung tangan mengurangi cedera berat. Badan terasa pegel2 dan saya pun berharap bisa berdiri tegar dan langsung memeriksa SPIDI yang merupakan soulmate saya. Tidak ada kerusakan yang berarti pada sepeda saya itu kecuali rantai yang lepas. Rasa sakit terasa pada kedua lutut kaki dan sikut tangan kanan. Setelah diperiksa di kantor, alhamdulillah tidak terlalu parah.

    Saya pun ke pinggir dan tidak menghadang mobil tersebut karena ingin tahu tanggung jawab sang sopir. Sang ibu (wanita karier) yang mengendarai mobil itu pun ternyata menghampiri saya dengan ekspresi cemas sambil bertanya, "Apa ada yang sakit?" Dalam hati saya tertawa mendengar pertanyaan lucu itu. Secara sok menjaga image, saya pun tidak ingin berdebat sehingga langsung mengeluarkan kartu nama dan memberikan kepadanya. Saya tahu beliau sedang terburu-buru sehingga tidak melihat saya yang sedang bersepeda santai lewat di depan mobilnya. Semoga sang ibu mau bertanggung jawab setelah apa yang telah dilakukannya itu. Katanya sore ini mau ke rumah saya, tetapi saya menyarankan untuk menelepon dahulu. Seorang rekan malah menyuruh saya untuk menulis di rubrik 'Pembaca PR' tetapi saya tidak mau melakukannya. Saya tahu beliau adalah orang terhormat sehingga bisa bekerja dengan mobilnya dan saya masih mempercayai kehormatannya itu untuk bertanggung jawab. Semoga kepercayaan saya ini tidak disalahgunakan.

    Bagi saya pribadi, bisa jadi ini adalah sebuah teguran keras. Mungkin ibadah saya masih teramat kurang. Wallahu'alam. Semoga ini bisa menjadi pelajaran buat yang lain sesama pengguna sepeda. SPIDI tidak terlalu cedera tetapi tampaknya as belakang rada mencong. Kayaknya harus full service untuk mengetahui kejanggalan2 lainnya. Jangan khawatir, saya masih semangat untuk menjadi marshall Jumat nanti ^_^ Cheers ....

    Bang Aswi

    Bandung Sebagai Kota Hijau

    Aseli! Ditulis oleh Bang Aswi dengan menggunakan nama aseli.... ^_^

    KabarIndonesia - Suatu kenyataan terpampang di hadapan mata. Pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan telah mencapai 18% di atmosfer. Selama 310 hari atau 85% dari 365 hari dalam setahun, kualitas udara di Kota Bandung tergolong buruk karena berada di atas baku mutu. Artinya, 55 hari di sepanjang tahun masyarakat Kota Bandung mengisap udara yang membahayakan kesehatannya. Suhu Kota Bandung pun bertambah 0,30 setiap tahun. (Pikiran Rakyat, 27 Oktober 2008)

    Seminggu sebelumnya, Dada Rosada, Walikota Bandung, mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan jalur khusus untuk sepeda. Bisa jadi inilah kabar angin yang lumayan segar bagi kita semua yang menginginkan Kota Bandung ‘sedikit’ lebih baik daripada terus memperlebar jalan atau membangun jalan layang untuk mengatasi masalah kemacetan yang tiada habisnya. Kebetulan, pada 25 September 2008 lalu, Kota Bandung telah memasuki usianya yang ke-198 tahun. Tiga tahun yang lalu, Bambang Setia Budi, staf pengajar Departemen Arsitektur ITB, pernah menuliskan bahwa Kota Bandung telah mengalami perubahan yang begitu besar dibandingkan dengan awal-awal ketika kota ini dibangun. Sadar atau tidak, kota ini telah menjadi kota yang semakin tidak nyaman.

    Tidak usah diceritakan bagaimana indahnya Kota Bandung tempo doeloe, letaknya yang strategis dikelilingi oleh pegunungan-pegunungan menawarkan keindahan lingkungan alam lebih dari kebanyakan kota lainnya di Indonesia, sebuah kota yang udaranya relatif sejuk karena terletak pada dataran cukup tinggi (sekitar 630m di atas permukaan air laut), banyaknya taman-taman kota, dan pohon-pohon yang tinggi nan besar di sepanjang jalan-jalan kota.

    Kini, dinamika perubahan di kota ini telah tumbuh dan bergerak sangat cepat. Kota Bandung yang awalnya dirancang sebagai kota taman dan peristirahatan untuk sekitar 250.000 penduduk, namun dari sensus tahun 2001 saja penduduk Kota Bandung sudah mencapai 2.141.847 orang. Sungguh sangat disayangkan, dinamika perubahan yang cepat itu tampaknya kurang diimbangi dengan perencanaan dan pengelolaan kota secara maksimal dan profesional. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya konsep menata kota yang utuh, integral, dan bervisi jauh ke depan semisal 25-50 tahun ke depan. Bandingkan dengan Kota Melbourne yang memiliki visi 2030 yang menggagas kota kompak dengan guideline dan kebijakan yang menyeluruh khususnya masalah konsentrasi pembangunan pusat-pusat kota dan penyediaan infrastruktur transportasi masal.

    Mau baca lebih lengkap? ^_^ Silakan kebet di Kabar Indonesia. Ssst ... sedikit menyinggung juga soal Bogota dan B2W. Dikiiit banget! Maaf ya, men-temen....

    Meluruskan Pernikahan Rasulullah saw dengan 'Aisyah ra

    Berita Syekh Puji menikahi gadis berusia 12 tahun cukup membuat resah banyak kalangan. Salah satu alasan dia adalah karena mencontoh Rasulullah saw. yang menikahi 'Aisyah ra. ketika berusia 6 tahun. Jika Rasulullah saw. menikahi 'Aisyah ra. yang berusia 6 tahun, tidak bersalah dong kalau dirinya menikahi gadis yang berusia 12 tahun.

    Tulisan ini mencoba meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah saw. dengan 'Aisyah ra. yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Efeknya, orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai alat tuduh terhadap Rasulullah saw. dengan menganggapnya fedofilia. Mari kita buktikan. Secara keseluruhan, data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari hasil riset Dr. M. Syafii Antonio dalam buku Muhammad saw. The Super Leader Super Manager (2007).

    Alasan Pertama: Kualitas Hadits

    Hadits terkait usia 'Aisyah ra. saat menikah tergolong problematis alias dha'if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan 'Aisyah ra. dengan Rasulullah saw. yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada satu-satunya rawi yakni Hisyam bin 'Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya. Cukup mengherankan mengapa hanya Hisyam saja yang pernah menyuarakan tentang usia pernikahan 'Aisyah ra. tersebut. Mengapa Abu Hurairah ataupun Malik bin Anas tidak mengatakannya? Itu pun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukim di Iraq. Perlu diketahui bahwa Hisyam pindah ke negeri itu pada usia 71 tahun.

    Mengenai Hisyam ini, Ya'qub bin Syaibah berkata, "Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat tepercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke Iraq." Syaibah menambahkan bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan oleh penduduk Iraq (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib Al-Tahzib. Dar Ihya Al-Turats Al-Islami, Jilid II, hal. 50). Termaktub pula dalam buku tentang sketsa kehidupan para perawi Hadits, tatkala Hisyam berusia lanjut ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301). Alhasil, riwayat usia pernikahan Aisyah ra. yang bersumber dari Hisyam bin 'Urwah, TERTOLAK.

    Alasan Kedua: Urutan Peristiwa Kronologis

    Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting yang dipaparkan secara kronologis ini:

    Pra-610 M : Zaman Jahiliyah
    610 M : Permulaan Wahyu turun
    610 M : Abu Bakar ra. masuk Islam
    613 M : Nabi Muhammad saw. mulai berdakwah secara terbuka
    615 M : Umat Islam hijrah I ke Habasyah
    616 M : Umar bin Khattab masuk Islam
    620 M : 'Aisyah ra. dinikahkan
    622 M : Hijrah ke Madinah (1 H)
    623-624 M : 'Aisyah ra. tinggal serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad saw.

    Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah, artinya sebelum 610 M. Jika 'Aisyah ra. dinikahkan pada usia 6 tahun berarti beliau lahir tahun 613 M, padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi, kalau 'Aisyah ra. dinikahkan pada 620 M maka beliau dinikahkan pada usia di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad saw. pada usia di atas 13 tahun. Kalau di atas 13 tahun, pada usia berapakah pastinya beliau dinikahkan dan tinggal serumah? Untuk menjawabnya, mari kita lihat melalui kakak perempuan 'Aisyah ra., yaitu Asma binti Abu Bakar ra.

    Perhitungan Usia 'Aisyah ra.

    Menurut Abdurrahman bin Abi Zannad, "Asma berusia 10 tahun lebih tua dari 'Aisyah ra." (At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50). Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal antara tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib Al-Tahzib, hal. 654).

    Artinya, apabila Asma meninggal pada usia 100 tahun dan kita anggap meninggal pada tahun 73 Hijriyah maka Asma berusia 27 tahun (100 - 73) pada waktu Hijrah (622 M) sehingga 'Aisyah ra. pada saat yang bersamaan berusia 17 tahun (27 - 10). Dengan demikian, berarti 'Aisyah ra. mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad saw. pada usia 18 tahun. Wallahu-a'lam bishshawab.

    Rijalul Imam
    Direktur ISCDIC (Indonesian Students Community
    for Development of Islamic Civilization
    )

    NB: Artikel ini bisa jadi pertama kali ditulis oleh M. Nur Abdurrahman.

    Lets Go Bike!

    Penelitian di Inggris yang dilakukan oleh YouGov pada 2006 menunjukkan bahwa anak2 yang bersekolah dengan menggunakan sepedanya sebagai alat transportasi ternyata lebih percaya diri, lebih sigap/gesit, dan lebih berani mengambil keputusan. Hal ini tentu saja jika dibandingkan dengan mereka yang bersekolah dengan kendaraan bermotor. Tidak hanya itu saja, penelitian di Amerika juga menunjukkan bahwa anak2 yang bersepeda menunjukkan hasil ujian yang lebih baik. Artinya, jika diambil dua anak yang berkemampuan sama namun yang satu bersepeda sedang yang lain menggunakan kendaraan bermotor, hasil ujian sekolahnya akan lebih yang menggunakan bersepeda.

    Sudah jelas, bukan karena alasan di atas para pelajar SMU Taruna Bakti (Tarbak) kemudian mengadakan acara Lets Go Bike pada hari Sabtu kemarin, 25 Oktober 2008. Alasan utama mereka mengadakan kegiatan bersepeda mengelilingi beberapa ruas jalan di Kota Bandung adalah sebagai bagian dari kampanye Stop Global Warming. Apalagi kenyataan menunjukkan bahwa pada bulan ini kondisi cuaca di Kota Bandung terasa sangat terik (ada yang mengatakan kalau suhunya sudah mencapai 38 derajat celcius, masih lebih baik jika dibandingkan dengan Surabaya yang sudah mencapai angka di atas 40). Seperti yang sudah diketahui, suhu normal Kota Bandung adalah pada kisaran 28-32 derajat celcius, sehingga kota ini terkenal dengan hawa sejuknya.

    Selengkapnya bisa dibaca di bangaswi.com....

    Lima Menit Lagi

    Pada sebuah taman bermain di tengah kota, seorang ibu duduk di sebelah seorang pria. Keduanya boleh dibilang tidak saling mengenal, tetapi tampak kalau keduanya sedang menunggui anak mereka yang asyik bermain.

    “Itu anak saya,” tunjuk ibu itu pada seorang anak lelaki yang memakai baju merah yang sedang main perosotan.

    “Anak yang tampan,” ujar pria itu menghormati sang ibu. “Itu anak saya yang sedang bersepeda dengan baju putihnya,” tunjuknya berganti pada seorang anak perempuan yang sedang bersepeda.

    Sang ibu pun mengangguk tersenyum.

    Beberapa saat kemudian, pria itu melihat jam tangannya, lalu memanggil anaknya. “Putri, sudah saatnya kita pulang. Ayo….!”

    Sang anak yang dipanggil Putri pun menghentikan sepedanya, “Lima menit lagi, Ayah. Bolehkan? Hanya lima menit lagi.”

    Pria itu mengangguk sambil tersenyum, mempersilakan anaknya untuk kembali bermain.

    Setelah lima menit berlalu, pria itu kembali memanggil anaknya. “Sudah bisakah kita pergi, Putri?”

    Putri pun langsung menjawab, “Lima menit lagi, Ayah. Hanya lima menit lagi.”

    “Oke,” sahut pria itu tersenyum.

    “Luar biasa,” ujar sang ibu yang dari tadi memperhatikan. “Rupanya Anda seorang ayah yang sabar,” lanjutnya.

    Pria itu tersenyum dan berkata, “Kakaknya meninggal karena tertabrak mobil yang dikendarai oleh orang mabuk tahun lalu saat ia bersepeda di dekat sini. Saya tidak pernah punya waktu untuk bermain dengannya saat itu, dan saya amat menyesalinya. Karena itulah saya tidak mau membuat kesalahan yang sama terhadap Putri.”

    Pria itu menarik nafas dalam-dalam. “Mungkin Putri mengira dia mendapatkan jatah lima menit untuk mengendarai sepedanya. Tetapi sebetulnya, saya justru MENDAPATKAN lima menit untuk melihatnya bermain.”

    Ya, hidup adalah sebuah pilihan. Jadi, sudahkah sobat baraya membuat pilihan yang benar?

    Pengumuman Seram

    Echa, murid privat saya yang sekolah di salah satu SMU Negeri Bandung curhat saat kali pertama masuk setelah libur lebaran. Kata Echa, gurunya memberikan pengumuman kalau UAN diselenggarakan pada Maret 2009 (dimajukan satu bulan karena ada PILPRES pada April 2009). Bagi kita yang sudah mengalami hal itu atau bahkan belum dan masih jauh banget, mungkin bukan sesuatu yang besar, tetapi tidak bagi Echa!

    Itu adalah "pengumuman seram" baginya, sehingga momen lebaran yang seharusnya penuh suka cita menjadi terasa menegangkan. Setidaknya sesaat. Oleh karena itu, Echa pun melepas ketegangan itu dengan menonton "Laskar Pelangi" bersama kawan-kawannya. Mata pelajaran yang diujikan pun sebenarnya berkurang, dari yang tadinya enam pelajaran jadi tiga pelajaran, yaitu tinggal Matematika, Fisika, dan Kimia (Echa kebetulan 'ngambil' IPA).

    Pada akhirnya, saya pun harus cepat membimbing agar Echa tidak terlalu stres dan tentu saja tidak ketinggalan pelajaran. Dengan metode tercepat yang saya ketahui, saya pun melakukan hal yang luar biasa, yaitu membahas dan latihan soal satu bab pelajaran Matematika hanya dalam waktu 2 jam! Selasa malam [14 Oktober] belajar Program Linier dan pada Jumat malam [17 Oktober] belajar Deret Ukur.

    Alhamdulillah, untungnya Echa tergolong tipe yang mudah mengerti walau tidak jarang 'error' karena waktu malam banyak godaannya. Bukan karena hantu tentu saja, tetapi karena kondisi kita berdua yang lelah dan ngantuk. Saya sendiri pulang kerja menjelang maghrib dan Echa sendiri pulang sekolah pas Ashar. Belum lagi godaan dari keponakannya (yang sedang aktif-aktifnya) yang sudah 'dekat' dengan saya.

    Program Linier dan Deret Ukur mungkin masih terhitung "mudah", tetapi masih ada bab-bab lain yang terhitung "sulit". Belum lagi untuk pelajaran Fisika dan Kimia!? Fiuhhh .... Semoga saya mampu, dan semoga pula dengan Echa. Bagaimanapun, Echa sendiri yang akan menjalaninya.[]

    Kapan pertama kali SOBAT baraya nge-blog?

    Kapan pertama kali sobat baraya nge-blog?

    Yuk, kita sharing kapan pertama kali nge-blog di http://bangaswi.com dengan tampilan baru. Mohon komentar dan kritikannya ya. Theme "Laskar Pelangi" sengaja dipilih untuk mendukung film tersebut yang mengutamakan pendidikan (terutama dunia membaca). Mari ... Berbagi Bacaan.

    Salam....

    Akulah Pencuri!

    Akulah pencuri!

    Tlah kucuri kesucianku
    Tlah kucuri masa kecilku
    Tlah kucuri warna putihku
    Tlah kucuri kebeningan hatiku
           hanya untuk kebinasaanku

    Tlah kucuri hak perusahaanku tuk pribadiku
    Tlah kucuri hak keluargaku tuk pribadiku
    Tlah kucuri waktu ibadahku dan
    Tlah kucuri hak TUHAN-ku
           hanya untuk kesenangan duniaku

    Ya ... akulah pencuri!
    Yang egois tak mau dicuri

    Akulah PENCURI!